Serba-serbi Umroh Perdana Pasca Covid-19

Alhamdulillah wa Syukru Lillaah, Segala puji dan Syukur bagi Allah semata atas segala ni’mat yang Allah berikan kepada kita semua.

Pada bulan Januari lalu tepatnya tanggal 10 Januari 2022, Alhamdulillah Taqwa Travel Jawa Timur telah memberangkatkan Umroh Perdana setelah Pandemi Covid-19 dirasa berakhir.

Di antara sebagian jama’ah yang tergabung dalam keberangkatan Umroh Perdana ini ada yang sudah mendaftarkan diri sebelum masa pandemi Covid-19 yakni sekitar bulan Januari 2020. Dan alhamdulillah setelah penantian sekitar dua tahun akhirnya pada Januari 2022 lalu bisa diberangkatkan.

Pada pemberangkatan kali ini, Taqwa Travel Jatim masih bergabung bersama Travel lain dalam satu konsorsium untuk bisa memenuhi kuota minimal dan perjalanan Umroh menjadi lebih efisien. Dan Umroh Perdana ini sangat terasa istimewa dan tentunya menjadi pengalaman yang inshaaAllah tidak akan pernah dilupakan oleh para jama’ah, mengingat ini adalah termasuk pemberangkatan  perdana Pasca Pandemi Covid-19 yang tentunya masih diberlakukan protokol kesehatan yang sangat ketat. Di antaranya:

  • Jama’ah harus sudah vaksin Covid-19 minimal dua dosis
  • Jarak antara pemberian dosis terakhir dengan keberangkatan tidak boleh kurang dari 14 hari
  • Menunjukkan hasil Negatif Swab antigen untuk penerbangan Domestik
  • Menunjukkan hasil Negatif Swab PCR sebelum ke Saudi dengan masa berlaku 72 jam sebelum sampai Saudi
  • Memakai Masker dan Menjaga Jarak selama beribadah di Tanah Suci.
  • Memakai gelang dari Muasasah atau aplikasi untuk bisa melakukan ibadah di alHaramain.
  • Karantina di Jakarta satu hari sebelum keberangkatan
  • Karantina 5 hari begitu tiba di Saudi (alhamdulillah kami hanya 2 malam karantina, dan hari ketiga sudah bisa beribadah di Nabawi)
  • Swab PCR di Saudi sebelum terbang ke Jakarta
  • Swab PCR begitu tiba di Jakarta dan bagi yang hasilnya positif maka akan menjalani karantina selama 10 hari di Wisma Atlet
  • Karantina di Hotel selama 7 hari bagi yang hasilnya Negatif
  • Hari ke-enam diadakan Swab PCR kembali, bagi yang hasilnya Negatif bisa langsung pulang ke daerah masing-masing dan bagi yang hasilnya Positif maka akan menjalani karantina selama 10 hari di Wisma Atlet.

Dengan adanya beberapa peraturan tersebut maka bisa dipastikan berimbas pada kenaikan biaya umroh terutama untuk biaya Karantina dan perjalanan Umroh menjadi lebih lama, bahkan di antara jama’ah ada yang terhitung perjalanan dari Surabaya sampai di Surabaya kembali sekitar satu bulan. Namun alhamdulillah semuanya bisa dijalani dengan baik dan penuh kesabaran oleh para jama’ah yang inshaaAllah dengan begitu mereka bisa mendapatkan banyak hikmah dan nilai lebih dari perjalanan ibadah Umroh mereka dan mendapatkan pahala berlipat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tentunya pengalaman spiritual yang inshaaAllah tidak bisa dilupakan seumur hidup mereka.

Di sisi lain, nuansa beribadah di dua kota Suci pada waktu ini terasa lebih tenang, emosional, mengharukan dan lebih khusyu’ Inshaa’Allah. Bayangkan, selama hampir dua tahun dua kota paling suci di dunia ini terasa sepi karena pandemi dan ibadah di sana sangat dibatasi oleh pemerintan Saudi yang tentunya kaum muslimin seluruh dunia merasakan rindu yang sangat mendalam untuk segera bisa beribadah di sana. maka tentu saja kabar dibukanya kembali Ibadah Umroh untuk hampir seluruh dunia dan khususnya Indonesi menjadi kabar yang sangat menggembirakan dan disambut dengan suka cita. Dan tentu saja  bertambah rasa syukur yang membuncah dan penuh emosional banyak dirasakan oleh para jama’ah begitu tiba di sana. Dan alhamdulillah beribadah juga terasa lebih tenang dan nyaman karena jama’ah belum begitu banyak yang memadati  Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram.

Semoga semuanya mendapatkan Umroh Mabruurah dan amalan yang diterima serta Allah mengganti semua yang telah mereka nafkahkan untuk perjalanan ini dengan lebih baik, Aamin yaa Rabbal ‘aalamiin.